About
Landasan berpikir yang menjaga hubungan harmonis antara manusia dan sumber-sumber air.
Dari kepedulian segelintir orang, menjadi gerakan bersama di seluruh Kota Denpasar.
Lahirnya berbagai komunitas peduli lingkungan terutama komunitas yang peduli akan penyelamatan Sumber Daya Air (SDA) merupakan cikal bakal berdirinya komunitas-komunitas peduli sungai yang ada di Bali khususnya di Denpasar. Terbentuknya Komunitas Peduli Sungai yang ada di Bali tidak terlepas dari kesadaran dan kepedulian segelintir orang untuk berupaya maksimal menyelamatkan sumber-sumber daya air yang ada, karena sumber air di Bali dianggap keberadaannya mulai kritis. Maka dengan demikian, berdasarkan atas kemauan, kemampuan, keberanian dan komitmen, maka terwujud/terbentuklah Komunitas Peduli Sungai yang dipelopori oleh salah satu komunitas yang ada di Denpasar Timur yaitu Komunitas Peduli Sungai Tukad Bindu Kesiman.
Keberadaan Tukad Bindu sendiri merupakan salah satu upaya penyelamatan sumber air yang sekaligus sebagai motor penggerak berdirinya KPSDA (Komunitas Peduli Sumber Daya Air) di seluruh Bali khususnya di Kota Denpasar, dikarenakan KPS Tukad Bindu sudah mampu melaksanakan konsep-konsep Tri Hita Karana seperti mitigasi penyelamatan Sumber Daya Air (SDA) dan Daerah Aliran Sungai (DAS) itu sendiri. Sehingga dengan demikian, konsep yang dibangun oleh KPS Tukad Bindu mampu menginspirasi para penggiat penyelamatan Sumber Daya Air di seluruh Bali khususnya di Kota Denpasar.
Komunitas pecinta lingkungan dan sungai yang ada di Kota Denpasar dirangkul oleh KPS Tukad Bindu untuk menyamakan persepsi baik visi dan misi, agar bersama-sama mempunyai satu tujuan yaitu penyelamatan sumber-sumber air yang ada di Kota Denpasar. Pada tanggal 10 Februari 2021, terbentuklah komunitas bersama yang diberi nama Komunitas Peduli Sungai (KPS) Kota Denpasar, dimana didalamnya bertujuan mengakomodir komunitas di seluruh kecamatan yang ada di Kota Denpasar. Selain itu, KPS Kota Denpasar bertujuan untuk memberikan peluang dan mengangkat potensi-potensi yang ada di Daerah Aliran Sungai (DAS) KPS itu sendiri. Sehingga harapannya nanti, KPS yang sudah dirangkul mampu berdiri sendiri baik dari segi Ekonomi, Sosial, Budaya dan Ketahanan.
Enam pilar yang menjadi dasar pergerakan penyelamatan Sumber Daya Air.