Jaya Negara Apresiasi Lomba Mancing Lele di Tukad Bindu, Dorong Warga Rawat Lingkungan
11 Agustus 2026
DENPASAR – Ribuan pecinta mancing memadati kawasan Tukad Bindu, Kesiman, Denpasar, Minggu (9/8/2026) pagi. Mereka ambil bagian dalam lomba mancing lele air deras yang digelar Banjar Saraswati sebagai ajang hiburan sekaligus penggalangan dana untuk kegiatan keagamaan.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, ditandai dengan penebaran ikan lele ke aliran Tukad Bindu. Sejak pagi buta, peserta dari berbagai wilayah mulai berdatangan membawa perlengkapan dan umpan masing-masing. Tidak hanya warga Denpasar, sejumlah pemancing dari luar daerah juga ikut meramaikan lomba tersebut.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan itu Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Provinsi Bali AA Gede Agung Suyoga, serta Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede.
Wali Kota Jaya Negara mengapresiasi kreativitas Banjar Saraswati Kesiman yang mengemas kegiatan kemasyarakatan melalui lomba mancing. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai edukasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain menjadi wahana hiburan dan rekreasi, kegiatan seperti ini juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan sungai dan subak,” ujar Jaya Negara.
Peserta berlomba memperebutkan hadiah berdasarkan bobot ikan master terberat. Juara pertama memperoleh hadiah Rp2,5 juta, juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta, juara keempat Rp750 ribu, juara kelima Rp500 ribu, dan juara keenam Rp250 ribu.
Selain hadiah utama, panitia juga menyiapkan sekitar 50 ikan berpita khusus yang berisi hadiah doorprize berupa uang tunai maupun barang menarik bagi peserta yang berhasil mendapatkannya.
Srijaya Widiada berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai model penggalangan dana kreatif berbasis masyarakat, sekaligus menjadi wadah positif bagi warga dalam menyalurkan minat dan bakat.
“Kami berharap kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan ke depan dapat dikemas lebih kreatif, sehingga tidak hanya bergantung pada pola penggalangan dana yang sudah umum dilakukan,” pungkasnya. (*)